Selasa, 18 Oktober 2011

kesehatan

Apa itu VARISES?
            Pemakaian high heels dan kebiasaan merokok menjadi penyebab varises terjadi pada sebagian besar kaum wanita di dunia ini. VARISES merupakan kelainan dinding pembuluh darah yang melebar di permukaan kulit , ada dua macam penyebab varises yang belum diketahui banyak orang yaitu : menipisnya elastisitas dinding pembuluh darah vena yang mengakibatkan pembuluh darah vena tidak mampu mengalirkan darah ke jantung seperti normalnya dan rusaknya katup pembuluh darah vena , katup yang berfungsi menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar, katup yang rusak menyebabkan gumpalan darah yang pastinya menggangu aliran darah.
            Banyak jenis pemicu yang menyebabkan varises terjadi yaitu faktor kehamilan, keturunan, kurang gerak, merokok, sering memakai high heels, menderita kolesterol dan kencing manis .
            Ada beberapa gejala-gejala yang menimbulkan varises ,yaitu tungkai kaki terasa berat lalu otot-otot kaki yang cepat pegal, gampang keram/kesemutan walau sedang keadaan santai, perubahan warna kulit dibagian mata kaki, kaki menjadi agak bengkak, dan perubahan pembuluh darah vena luar contohnya betis bagian belakang tampak urat kebiruan hal ini bisa dibilang varises kronis.
            Ada banyak solusi untuk mencegah dan mengatasi varises yang sudah terlanjur kita rasakan, dari solusi yang paling sederhana hingga solusi yang agak rumit, mulai dari solusi sederhana yaitu dengan sedikit mengurangi hasrat memakai sepatu hak tinggi yang tingginya di atas 4cm, namun jika memang diharuskan memakai sepatu hak tinggi/high heels jangan terlalu lama dipakai sesekali ganti sepatu dengan flats shoes, sesering mungkin angkat kaki setinggi-tingginya untuk memperlancar aliran darah dan kenakan padding jika menggunakan high heels supaya telapak kaki terasa nyaman. Solusi yang agak rumit yaitu:
1.     Peregangan tungkai berdiri di anak tangga dengan tumpuan bagian kaki depan angkat badan dan turunkan secara perlahan-lahan , berpegangan ke dinding untuk meyeimbangkan tubuh
2.     Mengayuh dengan cara berbaring di lantai posisi tangan dibawah pantat angkat kaki dan lakukan gerakan seperti mengayuh sepeda
3.     Berjalan dengan ujung kaki
4.     Mengangkat kaki
5.     Menekuk lutut
6.     Beristirahat setelah melakukan latihan otot kaki


                  VIVAnews.com

Sabtu, 08 Oktober 2011

perilaku konsumen (ringkasan)

PERILAKU KONSUMEN
                Perilaku konsumen adalah proses dan aktifitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian,pembelian,pemilihan dan penggunaan. Serta mengevaluasi produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Perilaku konsumen merupakan hal mendasari konsumen untuk menentukan keputusan pembelian. Contohnya untuk harga jual yang rendah proses pengambilan keputusannya pun juga akan mudah sebaliknya jika harga jual yang tinggi maka proses pengambilan keputusannya pun perlu dipertimbangkan.
Ada tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen , yaitu:
1.    Pendekatan interpretif adalah menggali secara mendalam perilaku konsumen dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami makna produk dan jasa bagi konsumen.
2.    Pendekatan tradisional adalah pendekatan yang didasari dari ilmu psikologi kognitif,sosial dan behavior serta ilmu sosial yang tinggi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode menjelaskan perilaku dan pengambilan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji materi tentang bagaimana konsumen memproses informasi dan membuat keputusan.
3.    Pendekatan sains marketing adalah pendekatan yang didasari pada teori dan ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut ABRAHAM MASLOW untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumen.

          Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan marketer untuk meneliti,menganalisis dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik. Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen yaitu afeksi dan kognisi,lingkungan serta perilaku.

          Afeksi dan kognitif adalah afeksi merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu kejadian, misalnya apakah konsumen menyukai produk atau tidak. Kognisi mengacu kepada pemikiran konsumen misalnya apa yang dipercaya konsumen dari suatu produk. Manusia dapat merasakan 4 tipe respons aktif yaitu emosi,perasaan tertentu,mood dan evaluasi , keempat tipe afeksi ini memiliki perbedaan dalam hal pengaruhnya terhadap tubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya semakin besar pengaruh perasaan terhadap tubuh . sistem kognisi terdiri dari 5 proses mental yaitu memahami,mengevaluasi,merencanakan,memilih dan berfikir. Proses memahami adalah menginterpretasi dari aspek tertentu yang terdapat dalam sebuah lingkungan. Mengevaluasi berarti menentukan apakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk. Merencanakan berarti menentukan bagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan. Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah dan menentukan alternatif terbaik. Berpikir adalah aktifitas kognisi yang terjadi dalam keempat proses yang disebutkan sebelumnya.

www.wikipedia.org

puisi 2

Pejuang hidup
Begitu kerasnya hidup ini
Jalani hari dengan semangat
Apa pun akan dilalui
Penuh perjuangan
            Pantang mengeluh
            Demi kelangsungan hidup
            Selalu berbuat baik
            Serta memikirkan sesama
Berbanggalah engkau
Jalani hari demi hari dengan perjuangan
Tuhan yang maha adil
Senantiasa melindungi engkau
Wahai pejuang hidup

Created : wihda widhi a

puisi 1

Luka hati
Malam berganti pagi
Hari berganti hari
Namun kenangan itu
Tak pernah berganti
        Kau berlalu begitu cepat
        Segera hilang ditelan waktu
        Menghapus dirimu didalam hatiku
        Tidak mudah ,namun akan ku coba
Kau tak pernah bisa memilih
Antara dia atau diriku
Hati ini tak ingin mendua
Biar aku yang mengalah
        Aku berdoa untukmu
        Suatu saat nanti
        Kau akan menyadarinya
        Ketika aku telah tiada

Created  : wihda widhi a

Senin, 03 Oktober 2011

kepribadian

KEPRIBADIAN

          Kepribadian adalah keseluruhan cara dimana seorang individu berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian sering dideskripsikan dalam istilah sifat, selain itu kepribadian memiliki pengertian lain yaitu:

a)    Kepribadian menurut sehari-hari adalah kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu seperti” kepribadian pemalu”,”kepribadian supel” dll.
b)   Kepribadian menurut psikologi adalah berdasarkan penjelasan GORDON ALLPORT kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah

          Terdapat tiga cara utama menilai kepribadian yaitu survei mandiri,survei peringkat oleh pengamat dan ukuran proyeksi. Sifat kepribadian utama yang mempengaruhi perilaku organisasi yaitu:

1.    Evaluasi inti diri adalah tingkat dimana individu menyukai atau tidak menyukai diri mereka sendiri. Evaluasi inti diri seorang individu ditentukan oleh dua elemen utama yaitu harga diri dan lokus kendali
2.    Machiavellianisme adalah tingkat dimana seorang individu pragmatis,mempertahankan jaraj emosional, karakteristik kepribadian machiavellianisme berasal dari nama NICCOLO MACHIAVELLI penulis pada abad keenam belas tulisannya tentang cara mendapatkan dan memegang kekuasaan.
3.    Narsisme adalah kecenderungan menjadi arogan ,mempunyai rasa kepentingan diri yang berlebihan,membutuhkan pengakuan berlebih dan mengutamakan diri sendiri. Individu narsis cenderung egois dan eksploitif. Dan seringkali memanfaatkan sikap yang dimiliki individu lain untuk keuntungannya.
4.    Pemantauan diri adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor situasi eksternal. Individu dengan pemantauan diri yang tinggi menunjukan kemampuan yang sangat baik dalam menyesuaikan perilaku eksternal.

          www.wikipedia.org

proses pengambilan keputusan

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN

Sebelum dan sesudah melakukan pembelian,seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan yakni:

1.    Pengenalan masalah(problem recognition) konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
2.    Pencarian informasi(information source) setelah memahami masalah yang ada, konsumen termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan melalui pencarian informasi, proses pencarian informasi berasal dari dalam memori dan berdasarkan pengalaman orang lain.
3.    Mengevaluasi alternatif(alternative evaluation) setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif untuk mengatasi permasalahan yang ada
4.    Keputusan pembelian(purchase decision)setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan penelitian.
5.    Evaluasi pasca pembelian(post purchase evaluation)proses evaluasi yang dilakukan konsumen hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian, setelah membeli produk konsumen akan mengevaluasi apakah produk tersebut sesuai harapannya.

Terdapat empat faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian yaitu:

1.    Motivasi(motivation) suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2.    Persepsi(perception) hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus/kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3.    Pembentukan sikap(attitude formation) penilaian yang ada dalam diri seseorang akan suatu hal.
4.    Integrasi(integration) kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respons atas sikap yang diambil.

www.wikipedia.org


TUGAS SOFTSKILL

TUGAS SOFTSKILL (perilaku konsumen)
RINGKASAN JURNAL (PERILAKU DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN RESTORAN MELALUI STIMULUS 50% DISCOUNT DI SURABAYA)

ABSTRAK
                Promosi 50 % discount merupakan fenomena yang menarik di kalangan bisnis retail sebagai strategi pemasaran, penggunaan discount 50% dapat menjadi cara yang ampuh untuk menarik konsumen terhadap perilaku dan keputusan pembelian di restoran yang terletak di surabaya, perilaku konsumen diamati melalui faktor-faktor seperti sosial,personal,psikolog dan budaya. Sedangkan keputusan pembelian diamati melalui bentuk proses pengambilan keputusan pembelian. Hasil penelitian 100 responden menunjukan bahwa stimulus 50%discount berpengaruh positif terhadap perilaku pengambilan keputusan.
Kata kunci: perilaku konsumen,50%discount,keputusan pembelian,restoran
PENDAHULUAN
                Strategi penjualan ritel umumnya memanfaatkan momen tertentu dan situasional. Strategi penjualan semacam ini telah dilakukan hampir sepanjang waktu dengan tidak melihat momen seperti yang disebutkan di atas. Strategi 50%discount banyak dilakukan di berbagai restoran di surabaya yang memakai promosi ini seperti banana leaf,fu yuan chinese restaurant,lan hua chinese restaurant,pro steak,prime ribs dan x.o suki. Strategi penjualan semacam ini bekerja sama dengan bank tertentu, khususnya bagian kartu kredit. Cara mengetahui stimulus yang ditimbulkan supaya promosi berjalan efektif diperlukan pengetahuan faktor yang bisa mempengaruhi seseorang dalam menerima mempertimbangkan dan mengambil keputusan dalam membeli produk yang ditawarkan. Menurut kotler(2006,p.129) terdapat beberapa faktor konsumen yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen yaitu faktor sosial,budaya,personal dan psikologi. Untuk mengetahui stimulus 50%discount terhadap keputusan pembelian diperlukan sebuah penelitian tentang perilaku pembelian konsumen. Pemahaman akan perilaku konsumen akan memberikan masukan kepada perusahaan untuk bisa mengevaluasi kebijakan strategi pemasaran yang ada.

TINJAUAN PUSTAKA

                Schiffman kanuk (2004,p.8) bahwa perilaku konsumen adalah perilaku yang ditunjukkan konsumen dalam pencarian pembelian,penggunaab,pengevaluasian,dan penggantian produk/jasa untuk memuaskan konsumen. Perilaku konsumen sendiri memiliki beberapa faktor yaitu:
FAKTOR SOSIAL
1.       Group ( kelompok dimana orang tersebut berpengaruh langsung yang disebut membership grup terdiri dari primary group dan secondary group)
2.       Family infuence (keluarga yang memberikan pengaruh besar dalam perilaku pembelian, anak anak sebagai contoh memberikan pengaruh besar dalam keputusan)
3.       Roles and status ( seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga,dan organisasi dan role terdiri dari aktifitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai orang disekitarnya)

FAKTOR PERSONAL
1.  Economic situation (situasi ekonomi seseorang sangat berpengaruh terhadap pemilihan produk dan pengambilan keputusan)
2.  Lifestyle ( pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam gaya hidup,kelas sosial dan pekerjaan yang mempunyai gaya hidup)
3.  Personality and self concept ( gambaran diri yang komplek dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut)
4.  Age and life cycle stage ( faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur dan sering diperhatikan oleh perilaku pasar )
5.  Occupation ( contohnya pekerja konstruksi yang membeli makan siang di katering)

FAKTOR PSYCHOLOGICAL
1.  Motivation (kebutuhan dimana seseorang termotivasi untuk memiliki kebutuhan yang dia inginkan)
2.  Perception (persepsi dimana seseorang harus memilih,mengorganisasi dan menerjemahkan informasi)
3.  Learning (pembelajaran suatu proses yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil informasi yang baru)
4.                        Benefit and attitude ( benefit pemikiran yang bahwa seseorang harus percaya sesuatu sedangkan attitude evaluasi perasaan suka atau tidak suka)

FAKTOR CULTURAL
1.  Subculture (sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan pengalaman hidup dan keadaan)
2.  Social class ( pengelompokan individu berdasarkan kesamaan nilai,minat dan perilaku)

KEPUTUSAN PEMBELIAN

             Bentuk proses pengambilan keputusan pembelian digolongkan yakni fully planned purchase baik produk dan merk sudah dipih sebelumnya .planned purcase dapat dialihkan dengan taktik marketing misalnya pengurangan harga kupon dll, partially planned purchase untuk membeli produk yang sudah ada dan unplanned purchase konsumen sering memanfaatkan katalog dengan kata lain sebuah pajangan akan kebutuhan.

METODE PENELITIAN

             Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif kausal variabel-variabelnya terdiri dari variabel sosial.psikologi,personal dan kultur. Structural equation modeling dengan menggunakan paket program analysis of moment structure , SEM merupakan sekumpulan tekhnik yang memungkinkan pengujian beberapa variabel dependen dengan variabel independen. Untuk memperoleh gambaran menyeluruh SEM dapat menguji secara bersamaan. Model struktur hubungan antara konstruk independen dan dependen serta model measurement hubungan antara indikator dengan konstruk.

PEMBAHASAN

             Peneliti dilakukan terhadap 100 responden yang merupakan konsumen dengan promosi potongan harag 50% di surabaya, syarat-syarat yang dibutuhkan agar mendapat perlakuan promosi disajikan pada tabel di bawah ini: pendapatan responden per bulan
 

Pendapatan per Bulan           Jumlah             Prosentase
< 1.000.000                                 8                          8 %
1.000.000-3.000.000                   7                          7 %
> 3.000.000-5.000.000              32                         32 %
> 5.000.000-10.000.000             20                        20 %
>10.000.000-15.000.000             28                     28 %
>15.000.000                               5                       5 %
Total                                           100                    100 %

Tabel dia atas menunjukan konsumen terjaring sebagai sampel didominasi konsumen yang pendapatannya tiga juta perbulan.
Pekerjaan responden
Pekerjaan Responden                 Jumlah               Prosentase
Staf Perusahaan                             30                          30 %
Manager                                        20                          20 %
Eksekutif Perusahaan                    12                          12 %
Wiraswasta                                    28                          28 %
Belum Bekerja                               10                         15 %
Total                                              100                        100

Frekuensi kunjungan restoran lebih dari sekali dalam sebulan terakhir
Nama Restoran                         Jumlah                     Prosentase
Prime Ribs                                    22                             22 %
Pro Steak                                      18                             18 %
Banana Leaf                                 23                             23 %
Ah Yatt Abalone                           6                               6 %
Lan Hua                                        2                                 2 %
Fu Yuan                                        5                                5 %
X.O.Suki                                      23                              23 %
Lain-lain                                       1                                1 %
Total                                            100                             100 %

Pengujian reabilitas dan validitas dilakukan dengan kriteria cronbach alpha lebih besar dari 0,60, dari hasil uji diperoleh bahwa nilai alpha keempat indikator independen dari satu indikator dependen lebih besar dari 0,60 yaitu variabel sosial 0,78,personal 0,86, kultur 0,74, keputusan pembelian 0,82.
Untuk menguji CFA(confirmatory factor analysis) terdapat dua cara yaitu menguji variabel satu per satu dan variabel mengkorelasikan secara bersama-sama . hasil pengujian hipotesa melalui model yang digunakan terlihat bahwa model mampu menjelaskan stimulus program 50%discount berdampak pada perilaku dan keputusan pembelian konsumen
Hasil uji goodness of fit
Goodness of fit index   hasil uji  cut off value  keterangan
C min                               1.866           < 2              Fit
AGFI                                 .855             >0.9      Cukup Fit
GFI                                    .901            >0.9               Fit
RMSEA                             .040           < 0.08           Fit
RMR                                   .001            <0.05           Fit
TLI                                      .967           >0.9              Fit
CFI                                      . 928          >0.9              Fit
NFI                                      .893           >0.9      Cukup Fit
PGFI                                    .845           >0.9     Cukup Fit

Data GOF menunjukkan sudah terdapat indikator GOF index yang fit , ukuran ini bisa disimpulkan bahwa konstruk variabel penelitian menjamin kesesuaian model dengan data sampel yang digunakan hal ini menunjukkan bahwa interpretasi yang telah dilakukan dapat diandalkan.

KESIMPULAN

            Terdapat dampak stimulus 50% discount terhadap pembelian konsumen. Hal ini ditunjukkan adanya pengaruh positif antara variabel psikologi dan sosial, dan tidak ada dampak program stimulus 50% discount terhadap variabel kultur dan personal terhadap keputusan pembelian konsumen.
KETERBATASAN PENELITIAN

            Pengambilan sampel tidak random sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi,kelemahan dalam penggunaan model SEM terutama untuk menelusuri tingkat signifikan antara variabel dalam model

Jurnal penelitian diambil dari

Hatane Semuel
Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra - Surabaya
Email: samy@petra.ac.id
Annette Veronica Kosasih, Hellen Novia
Praktisi Bisnis dan Alumni Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra - Surabaya